Jangan pernah berpikir kalo kamu bisa terhindar dari pencopet, karena bagaimanapun juga pencopet itu lebih cerdik dari yang kamu bayangkan. Seperti yang pernah ditulis Teguh dalam blognya, kali ini giliran aku yang mengalami musibah serupa. Bedanya kalo Teguh kecopetan di lyn tapi kalo aku di kereta. Antara percaya gak percaya sampai sekarang aku masih gak percaya kalo Hpku sudah gak ada.

Gak seperti biasanya hari Minggu itu aku balik ke Surabaya naik kereta jam 6 malam, padahal biasanya aku ngambil jadwal agak siangan atau kalo gak sekalian Senin paginya. Tapi mungkin sudah nasib, kereta malam saat itu penuh, sesak dan gelap. Mungkin karena habis long weekend jadi banyak orang yang mau balik ke Surabaya.

Ceritanya dimulai saat segerombolan orang tiba-tiba naik kereta dengan paksa. Padahal mereka tahu kalau di dalam sudah gak ada tempat buat berdiri tapi mereka maksa masuk dan terjadilah aksi dorong-dorongan. Aku yang berada di tengah kerumunan itu gak bisa berbuat apa-apa. Aku sama sekali gak merasa kalau ada seseorang yang merogoh kantong celanaku (perlu dipertegas: pencopet sudah sedemikian canggihnya sampai orang yang dicopet gak sadar kalu barangnya sudah diambil). Sepintas aku ingat Hpku di celana. Tapi pas aku raba ternyata sudah gak ada. Dan aku yakin orang hitam, gendut, jelek, najiss….. di depanku itu yang dengan tanpa sepengetahuanku telah menjamah tubuhku. ”Sek…sek…mas, hapeku ilang.” Giliran kujamah tubuhnya. Kuraba setiap jengkal badannya, mulai dari dadanya…perutnya…pahanya…halah. Betapa bodohnya aku. Di tempat gelap seperti ini aku gak bisa liat apa-apa. Saat tanganku sibuk menggerayangi tubuh sintalnya aku lupa kalo orang itu punya tangan. Dan lewat tangan itulah Hpku dengan sukses telah ditransfer ke pihak kedua.

Oh my god…..sekali lagi aku gak bisa berbuat apa-apa. Pengen marah tapi gak ada alibi, pengen nangis malu sama orang-orang, pengen ketawa…..gak mungkin dong. Rasanya seperti mimpi. Mimpi singkat tapi membuat gelisah berkepanjangan selam di kereta.Ternyata yang kecopetan bukan hanya aku. Beberapa orang melaporkan kalau mereka juga kehilangan barang berharga.

Endingnya: Saat petugas cek karcis datang dengan membawa senternya dan ketika senter yang mulai agak redup sinarnya (mungkin karena baterenya bukan alkaline) itu menyorot ke bawah. Apa yang terlihat….. sebuah dompet hitam, kumal, bermerek bajakan tergeletak…..kosong gak ada duitnya. Milik siapa? Entahlah….. yang pasti milik salah satu korban juga.